Catatan Malam Minggu #1

by - 06.10.00

Malam minggu hari ini berlalu seperti malam minggu sebelumnya. Tapi setiap malam minggu, bahkan setiap saat, kapan saja, dan di mana saja selalu menjadi saat yang istimewa jika gw jalani bersama Ayanx. Entah tak terhitung lagi berapa ratus atau ribu kali gw lewati jembatan tol kapuas dan jembatan tol landak hanya untuk melepas kangen dengannya. Setiap saat tanpa dirinya adalah rasa rindu yang sulit terobati tanpa kehadiran dirinya.
Tidak seperti 4-5 bulan terakhir ini, gw langsung ke rumah Ayanx jam 5 sore, karena biasanya gw jemput Ayanx dulu di kampus BSI abis magrib. Ayanx udah masuk masa ujian di BSI, jadi hari sabtu ini libur. Kita jalan-jalan sore berdua keliling Pontianak yang habis diguyur hujan. Singgah sebentar di Pegasus Perfume di Untan buat ngisi parfum refill Ayanx. Kali ini Ayanx mencoba aroma baru, Ann Sui - Dream. Bau yang cukup enak, manis dan seperti rasa jagung, dan Ayanx mengisi 5 mL.
Setelah itu kita ke Ayani Megamall pengen melihat-lihat ada pameran apa aja di Mall. Ternyata hanya ada pameran mobil Honda dan Suzuki, pengennya melihat-lihat pameran komputer tapi ternyata udah selesai beberapa hari lalu. Yah, kita memutuskan ke Hypermart untuk berbelanja barang-barang remeh. Ayanx membeli es krim Walls Connelo untuk dirinya, sedangkan gw menolak waktu ditawari.
Catatan malam minggu
Pulangnya, kita lewat lagi di stands pameran, ternyata masih ada 1 stands komputer yang buka. Ayanx memang lagi kebelet pengen beli laptop baru. Sejak kemarin ngajakin gw terus ke Mall untuk melihat-lihat laptop yang ada di pameran. Rencananya Ayanx bakalan beli laptop baru setelah cicilan kredit motor dan uang SPP kuliahnya kelar, itu artinya 1-2 bulan lagi.
Setelah puas melihat-lihat spesifikasi harga, kita beranjak pulang menuju area parkir. Sambil menikmati es krim Connello, kita mencoba memutuskan makan apa dan dimana. Awalnya gw mo ngajak Ayanx makan durian monthong di Sui. Jawi, lagi pengen banget gw sebenarnya, lagian masih pada murah nih, 3 buah durian dengan kualitas bagus cuma Rp.20.000,- Tapi Ayanx-nya lagi pengen makan bakso, ya udah gw nurut aja lah...

Durian Pontianak
Ada tiga pilihan bakso yang gw ajukan, Bakso Mas Edy Solo, Bakso Paris II (RM. Nasi Goreng Fatimah), dan Bakso Rudal di Jln. Veteran (bakso yang lom pernah kita cobain berdua). Rupanya Ayanx memilih bakso favoritnya, Bakso Mas Edy Solo di Jeruju. Segeralah kita meluncur ke TKP dan menikmati semangkuk bakso plus gorengan dari Bakwan Lawit (Sui. Jawi). Eit, sebelum ke TKP, Ayanx ngajakin beli DVD film-film Indonesia, jadi meluncurlah gw ke area Pasar Sudirman sebelum makan Bakso.

Bakso Pontianak
Sebelum pulang, kita sempatkan dulu membelikan oleh-oleh untuk calon mertua dan ipar sebungkus Mie Tiaw Rebus pak Abu (Jl. Hijas) dan 2 bungkus Bakso Seruni di Siantan. Tiba di rumah Ayanx ternyata baru pukul 20.05. Malam ini dingin, Pontianak baru tersiram hujan setelah sejak awal Tahun Baru tak setitik hujan pun turun. Udara menjadi kembali bersih, setelah malam sebelumnya asap kabut mulai meracuni udara malam kota Pontianak. Tepat jam 22.00 gw pulang, berbekal ciuman hangat di kening dari Ayanx menghadapi dinginnya udara malam Pontianak selama kurang lebih 20 menit menuju rumah tercinta. Ahh... satu malam minggu lagi untuk dikenang...

You May Also Like

0 comments