Kamis, Februari 04, 2010

Sherlock Holmes 2009

Akhirnya, setelah menunggu sejak Oktober tahun lalu, baru hari ini gw benar-benar bisa puas nonton film Sherlock Holmes yang terbaru. Nungguin di bioskop dari Natal kemarin kagak nongol-nongol. Mau download kualitas masih jelek. Udah beli DVD bajakan pun kualitas masih jelek. Akhirnya, gw nyoba download link Mediafire dari HHS19 yang gw repost di Mastereon, ternyata kualitasnya R5, seterang DVD pula plus dengan format MKV, cuma 350mB!!!
Curi-curi waktu, donlot di kantor, coz inet kantor lebih cepet dari inet di kamar gw. Lagian boss ke Jakarta, kantor rada-rada kosong, jadi... tancap bleh! Sekalian aja nonton di kantor... 2 jam waktu di kantor gw habisin buat nonton... boleh dunx, refreshing dikit...
Ternyata film Sherlock Holmes tidak mengecewakan, bahkan buat gw sangat memuaskan. Sang sutradara, Guy Ritchie cukup serius dalam menghidupkan Sherlock Holmes. Mulai dari pemain, perlengkapan, settingan, efek sampe kekuatan cerita sangat matang dibuat. Ini benar-benar film Sherlock Holmes yang sangat berbeda dari film-film Holmes yang pernah gw tonton. Walau begitu ada beberapa hal yang cukup membuat gw, sebagai penggemar berat Sherlock Holmes,  kurang pas.
Gw ga keberatan dengan dipilihnya Robert Downey, Jr. sebagai pemeran Holmes, tapi sayangnya postur Robert Downey, Jr. kurang tinggi dan jangkung, bahkan kalah tinggi dibandingkan dengan Jude Law yang memerankan Watson. Hal ini tentu saja sangat jauh dari pribadi Holmes pada novel-novelnya. Belum lagi segi humor yang disisipkan pada cerita membuat Holmes menjadi sedikit konyol. Dari segi penampilan pun, Holmes (Robert Downey, Jr.) selalu mengenakan pakaian yang kurang gentle dan rapi, ditambah kumis, jenggot dan rambut awut-awutan membuat tampilan Sherlock Holmes pada film ini begitu berantakan, bertolak belakang dengan sifat Holmes yang selalu berpenampilan sangat terhormat.
Dalam film ini, Irene Adler a.k.a 'That Woman' muncul lagi, sesuatu yang, bagi gw, patut dipertanyakan karena sampai novel terakhirnya pun hanya disebutkan bahwa pertemuan antara Sherlock Holmes dan Irene Addler hanya pada kasus 'Scandal in Bohemian', bisa dianggap sebagai pertemuan mereka yang pertama dan terakhir. Hal yang lebih lucu terjadi pada Mary Morstan yang menjadi tunangan Watson. Di film ini diceritakan bahwa Sherlock Holmes belum pernah bertemu dan berkenalan dengan Mary Morstan, dimana hal ini sangat bertentangan dengan kisah pertemuan mereka pada kasus 'Sign of Four'. Dan terakhir, walau kurang penting, adalah munculnya satu karakter baru yang menghuni Baker Street 221B selain Holmes, Watson dan Mrs. Hudson, yaitu: Gladstone, yang tak lain dan tak bukan adalah seekor anjing.
Tapi selain kritikan itu semua, gw sangat puas dengan film ini. Kasus yang muncul benar-benar kasus  yang hanya bisa dipecahkan oleh detektif selevel Holmes. Guy Ritchie pun beberapa kali memasukkan phrase-phrase yang aslinya muncul di buku-buku Holmes, sperti contohnya "Data, data, data. I cannot make bricks without clay...", atau "You have a grand gift of silence, Watson. That makes you quite invaluable as a companion..." Secara pribadi gw kasih 2 acungan jempol dan 4 bintang dah... Ada harapan film ini bakal dibuat sekuel-nya, karena sosok Profesor Moriarty disebutkan oleh Irene Adler sebagai 'Mastermind' dari kasus Blackwood. Gw berharap kedepannya film-film Holmes dibuat lebih seru dan setia pada karakter asli tokoh-tokoh di Sherlock Holmes.
THE GAME IS AFOOT...!
Share:

0 comments:

Posting Komentar