Anne Ahira...

by - 19.04.00

Bagiku, Anne Ahira adalah seorang guru dan pendidik. Melalui beliaulah aku menemukan minat dan keahlian yang aku kembangkan saat ini di dunia komputer dan internet. Melihat foto ini, aku selalu teringat akan awal mula aku tertarik mendalami internet. Setiap melihat foto ini aku merasakan sebuah semangat dari nostalgia yang dulu pernah aku jalani.

Waktu itu seingatku adalah akhir tahun 2007 (menjelang 2008) ketika Endry Can memperkenalkan padaku seseorang bernama Anne Ahira. Melalui sebuah 'sekolah online' yang didirikannya, bernama 'Asian Brain', Anne Ahira akan mengajarkan bagainmana caranya memperoleh penghasilan dari internet.
Prospek 'mendapatkan uang hanya bermodal internet' rasanya sangat menggodaku dan Endry Can, mengingat kami pernah banting tulang berusaha meraih impian melalui Tianshi.

Untuk mengikuti pendidikan di Asian Brain, kami harus membayar iuran sebesar Rp. 149.000,- untuk bulan pertama, dan RP. 199.000,- untuk bulan seterusnya. Untuk itu, aku dan Endry Can sepakat untuk 'kongsi' membayar 1 keanggotaan untuk kami berdua. Ternyata apa yang kami dapatkan dari Asian Brain memang sangat berharga. Mulai dari tutorial membangun sebuah web profesional, mendaftarkan diri pada Google Adsense, trik dan tips internet marketing, SEO dan banyak lagi.

Besarnya usaha kami berdua menjalani 'fase pendidikan' di Asian Brain juga dipenuhi berbagai rintangan dan kekurangan. Kami berdua, yang saat itu tidak punya akses internet di rumah/kos, harus setiap hari ke warnet dan mencari hotspot gratis. Favorit kami berdua adalah di kafe Telkom, dan (walau agak kurang umum) di depan Hotel Mahkota Pontianak. Untuk yang terakhir ini, kami berdua kebetulan menemukan kalau Hotel Mahkota punya hotspot yang tidak terproteksi dan bebas di akses, jadi kami berdua biasa nongkrong di trotoar di seberang hotel dan menikmati hotspot gratis plus kencang selama mungkin sebelum baterai laptop nge-drop. Kami berdua hampir tiap hari ke sana, setiap pagi, dan kalau ada orang yang nanya lagi ngapain, kami tinggal jawab "...lagi ngerjain tugas kampus...", hehehehe... :-D

Setelah itu, perkembangan 'kehidupan online' kami berdua seperti mengalami revolusi. Mulai dari aku yang di 'approve' oleh Gogle Adsense, memasang speedy di rumah, sampe punya website sendiri, semua perkembangan tersebut tidak lepas dari apa yang telah aku pelajari di Asian Brain. Sayangnya, karena kesulitan finansial, aku dan Endry Can memutuskan untuk berhenti dari keanggotaan Asian Brain dan mulai lebih banyak belajar secara otodidak melalui semua fasilitas yang ada. Walaupun begitu, aku selalu menganggap Anne Ahira adalah guruku yang paling berjasa di dunia internet. Terima kasih Anne Ahira...

You May Also Like

0 comments