Sabtu, Maret 12, 2011

Islam, Politik dan Sekularisme

Walau bukan termasuk orang yang 'getol' dengan hal-hal berbau politik, namun tulisan ini lebih kepada bentuk keprihatinanku pada adanya paradigma tertentu di masyarakat yang menurutku tidak mencerminkan apa yang menjadi hakikat dari Islam. Berapa banyak orang yang beranggapan bahwa para ustadz dan kyai tidak sepatutnya menyibukkan diri dengan urusan politik? Atau pandangan bahwa politik bukanlah dunianya para kyai karena keahlian kyai ada di bidang agama, bukan politik?

Jelas sejelas-jelasnya, bagiku, paradigma tersebut adalah paradigma yang terpengaruh dan tercemari oleh pandangan sekularisme, dimana dalam sekularisme menginginkan keterpisahan antara urusan politik dan urusan agama. Betapa paradigma ini sesungguhnya telah menyimpang jauh dari ajaran Islam itu sendiri, yang mana syariah Islam bersifat universal dan berada dalam semua sendi kehidupan masyarakat.

Sesungguhnya, junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah memberikan contoh yang nyata dalam seluruh hidup kenabiannya. Siapakah Nabi SAW itu? Bukankan beliau adalah seorang pemimpin agama? Tapi jangan lupa bahwa beliau juga seorang pemimpin negara. Beliau juga adalah ahli di bidang sosial-budaya, satu-satunya orang yang mampu memecahkan masalah sosial budaya Arab saat itu dan mengubahnya menjadi kebudayaan Islam. Jangan lupakan jika beliau adalah ahli perdagangan dan ekonomi sejak usia belia, sehingga rumusan ekonomi syariah saat ini tetap menjadi bagian dari ekonomi dunia. Dan tak pernah dipungkiri seorangpun di muka bumi Allah SWT ini, bahwa beliau adalah ahli strategi perang dan militer.

Islam dalam ajaran Rasulullah SAW tidak memisahkan antara politik dan agama. Islam tidak sekedar menyoroti masalah akhlak dan sosial. Seorang muslim yang baik tidak hanya memerhatikan masalah ibadah kepada Allah SWT, tapi juga dituntut untuk dapat menjadi masyarakat sosial dan memiliki kepedulian baik terhadap sesama umat maupun terhadap sesama manusia. Bukankah Allah SWT menciptakan manusia sebagai pemimpin (khalifah) di muka bumi ini? Bukankah setiap muslim adalah pemimpin bagi dirinya sendiri? Bukankah seorang suami adalah seorang pemimpin bagi istri dan anak-anaknya?

Tak pelak lagi, Islam telah mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang sesuai dengan kehendak Allah SWT, baik sebagai pemimpin dirinya sendiri, maupun memimpin keluarga dan masyarakat. Pendidikan politik telah ditanamkan dalam Islam semenjak awal, sehingga Islam dan politik tidak bisa dipisahkan, karena politik merupakan salah satu dari yang menjadi ajaran Islam itu sendiri.
Share:

0 comments:

Posting Komentar