Temanku Hanyalah Korban...

by - 21.35.00

Berita mengenai penyebab kematian sobatku, Ahmad Barry Marhadinata, ternyata sama mengejutkannya dengan berita kematiannya. Berita ini kudapat dari Syarbani, yang kemarin sempat pergi melayat ke rumah almarhum teman kami tersebut. Sebelum melanjutkan tulisan ini, aku ingin memohon maaf kepada keluarga Barry, sahabat-sahabat Barry terutama Barry sendiri yang telah tenang di sisi-Nya, jikalau tulisan ini tidak berkenan bahkan tidak dikehendaki untuk aku publikasikan di blog ini, karena tulisan ini semata-mata adalah sebuah bentuk kepedulian, solidaritas dan rasa sayangku terhadap Barry sebagai temanku.

Berita awal mengenai penyebab kematian Barry yang kudapat adalah dari Putra, yang melalui SMS mengatakan 'katanya' Barry meninggal akibat kecelakaan. Namun, pagi ini ketika aku bertemu dengan Syarbani, kudapati berita lain. Dari rumah almarhum, penyebab kematian Barry, bagiku, sangat-sangat memilukan dan menyedihkan, bahkan tragis.

Selasa malam, tanggal 29 Maret 2011, Barry beserta rombongan sedang melakukan perjalanan pulang menumpangi sebuah taksi. Adapun tentang dari mana, siapa saja anggota rombongan, taksi apa, dan sebagainya belum kudapat info yang jelas. Dalam taksi itu, Barry adalah orang terakhir yang akan diantar pulang. Mendekati tengah malam, ketika mobil taksi mereka berada di Kampung Kapur, sebuah desa di daerah dekat Jembatan Kapuas II, mungkin karena kekurangwaspadaan supir, mobil mereka menabrak hingga mengakibatkan tewasnya yang ditabrak. Siapa yang di tabrak, apakah pengendara motor, mobil atau pejalan kaki dan berapa orang yang ditabrak juga masih belum jelas.

Akibat kecelakaan tersebut, supir taksi yang membawa Barry malah kabur melarikan diri karena takut dihakimi massa. Akibatnya, massa justru menyalurkan amarah mereka pada Barry yang saat itu seorang diri di lokasi kecelakaan dan dianggap sebagai supir taksi yang bertanggung jawab. Tak pelak, akhirnya Barry harus menerima tindakan main hakim sendiri dari massa tersebut.

Hampir tengah malam, Barry telah dibawa ke RSU St. Antonius Pontianak dalam keadaan koma akibat kekejian tindakan massa bar-bar tersebut. Sekitar pukul 00.30 WIB pada tanggal 30 Maret 2011, Barry menghembuskan nafasnya yang terakhir. Demikian kabar yang kudengar, mengenai kebenaran dan keakuratannya tentunya masih menunggu dari sumber-sumber yang lebih terpercaya yang memuat data-data yang lebih detil.

Barry telah tiada, telah menjadi korban kebiadaban manusia-manusia yang mengakunya bahwa mereka adalah orang-orang beriman, beragama, dan berbudaya. Semoga Allah SWT membalas semua penderitaan Barry dengan segala kenikmatan surga. Temanku hanyalah korban... Korban dari sifat jahilliah manusia-manusia modern...

You May Also Like

0 comments