Sabtu, Juni 11, 2011

Dibalik Cerita Heboh Mayat Jeruju

Kehebohan dan kegegeran warga Pontianak karena berita heboh mayat Jeruju terjatuh ke parit di pekuburan Gang Kesturi Jeruju Pontianak dan tidak bisa diangkat lagi sehingga terpaksa dikubur di parit itu 'dihiasi' banyak gosip, isu, serta berita yang simpang siur. Berhubung aku tinggal di Jeruju, dan gang tempat tinggalku hanya 400-500an meter dari gang Kasturi, gang tempat dikuburkan mayat tersebut maka cerita tentang seputar kehidupan si mayit banyak juga ku dengar. Tanpa bermaksud membuka aib, hanya sekedar menjadi peringatan dan pembelajaran bagi yang hidup, berikut ini kuceritakan sedikit dari cerita dibalik heboh mayat jeruju yang kudengar dari orang-orang yang kukenal.
Namanya Pesah, berprofesi sebagai dukun beranak alias bidan kampung. Nenek ini biasanya menjadi langganan buat perempuan-perempuan yang ingin menggugurkan kandungannya yang di luar nikah, alias aborsi.
Alkisah, Nek Pesah ini sudah menikah 3 kali. Suaminya yang pertama dulu pernah meninggal dunia, lalu ketika mayatnya sedang diurus ternyata suaminya bangun lagi. Setelah hidup lagi setelah mati ini (mati suri kali yah...), dari  mereka dikaruniai seorang anak.
Setelah suami pertama ini benar-benar meninggal, menikahlah dia lagi dengan suami kedua. Hebatnya, suami kedua ini juga mengalami kejadian yang sama yaitu meniggal dunia lalu hidup lagi. Hanya saja dengan suami kedua ini mereka tidak dikaruniai anak. Lalu, setelah suami kedua benar-benar meninggal (lagi), menikah pula dengan suami ketiga. Suami ketiga ini tidak mengalami seperti halnya suami pertama dan kedua, karena suami ketiga ini meninggalnya gak bangun-bangun lagi...
Dari suami pertama, anak mereka ini, kata orang, cukup arogan dan ganas, yah boleh dibilang preman lah... Kata orang loh, bukan kataku... Buktinya, tuh di depan kuburan saja ditumbangin tuh pondok yang merupakan kios bensin punya orang lain, buat menghalangi orang lain supaya gak nonton kuburan Nek Pesah. Belum lagi bagaimana ia menarik uang parkir Rp. 2000 per motor, dan yang ga mo bayar langsung aja byurrrr... disiram pake aer... Gila, afghan banget yah... ;))
Banyak juga yang masih mempertanyakan kebenaran cerita tentang jatuhnya mayat. Nah, cerita yang paling santer bahwa penguburan mayat dilakukan pada hari Sabtu tanggal 4 Juni 2011. Peristiwa jatuhnya mayat juga KATANYA adalah benar, bahkan ada saksinya yang siap bersumpah sebagai saksi (kayak di pengadilan aja, hehehe...).
Uniknya, entah ada unsur kesengajaan atau tidak, ada versi lain cerita. Ceritanya, si mayit diusung ke pemakaman Gg. Kesturi, namun tanpa ada koordinasi dari pengurus makam sehingga lubang kubur sama sekali belum disiapkan. Lalu ketika mayit sudah sampai di dekat pemakaman, salah satu pengusung jenazah tergelincir sehingga menyebabkan mayit lalu jatuh dan terendam ke air.
Orang-orang sontak kaget dan segera berusaha mengangkat mayit dari air, namun karena takdir sang Kuasa, mayit tersebut tidak bisa diangkat-angkat. Akhirnya mayit tersebut dikubur (atau langsung ditimbun tanah) dan dipasangi nisan tepat dimana ia terjatuh.
Satu cerita aneh lagi, yang baru didapet kemarin. Salah seorang warga meminta izin ke pak Polisi yang berjaga di pemakaman untuk mengambil foto kuburan. Setelah difoto, ia langsung pulang dengan maksud ingin menunjukkan ke anak istri di rumah. Sesampai di rumah dan ketika menunjukkan foto tersebut, ternyata di foto tersebut batu nisannya tidak ada alias hilang. Aneh, padahal waktu di foto jelas-jelas nisannya ikut di foto, kok bisa ga ada yah... Yah, tapi karena tidak disertai bukti otentik foto tersebut, kebenaran cerita ini ku serahkan pada kawan-kawan sendiri untuk menilai benar tidaknya, semoga saja ini semua cuma gosip dan isu belaka. Hendaknya kita semua mendoakan supaya Almarhumah dilapangkan jalan menuju akhiratnya. Wallahu'alam bisswab.
Share:

2 komentar:

  1. ceritanya sangat menarik

    BalasHapus
  2. Berita yg berdasar pd 'katanya' emang seringkali dahsyat, aplg ditambahi bumbu2 penyedap. Percayalah, apa yg diceritakan diatas sama sekali tdk benar alias fitnah. Sy juga tinggal tak jauh dr TKP. Tak pernah ada kejadian aneh dr seblm pemakaman hingga pemakaman selesai. Org2 aja yg mau2nya dibodohi, memadati TKP hingga jalanan macet, hanya demi sebuah cerita 'katanya'. Bukti bahwa masy kita msh gampang dibodohi

    BalasHapus