Senin, Mei 28, 2012

Impian #2: Punya Anak

Setiap pasangan suami-istri pastilah menginginkan kehadiran buah hati. Karena bukankah salah satu tujuan dasar pernikahan adalah mendapatkan keturunan? Dalam Islam pun diajarkan bagaimana memiliki ketrurunan, terutama anak-anak yang sholeh, akan membawa berkah, keselamatan dan karunia bagi orang tuanya?
Begitu pulalah yang aku dan Ayanx harapkan. Saat ini, kami sedang berusaha agar kehadiran si buah hati bisa terwujud. Konsultasi medis sudah dilakukan, begitupula secara tradisional (herbal), namun ternyata Allah SWT tampaknya belum mengizinkan rezeki besar tersebut. Selama dua tahun pernikahan ini, aku dan Ayanx seikhlas mungkin berusaha, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik pada kami berdua.
Jika Allah mengizinkan, aku berharap agar tahun ini Ayanx bisa mengandung sehingga tahun depan (2013) putra/putri kami sudah hadir diantara kami. Amin.
Dalam kesempatan ini, aku akan panjatkan doa Nabi Zakaria yang termaktub dalam Al-Quran:

رَبِّ هَبْ لى‏ مِنْ لَدُنْكَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَميعُ الدُّعاء
"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". QS. Ali ‘Imran [3]: 38.

رَبِّ إِنِّي وَهَنَ العَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباً وَلَمْ أَكُنْ بِدُعائِكَ رَبِّ شَقِيّاً * وَإِنِّي خِفْتُ المَوالِيَ مِنْ وَرائِي وَكانَتِ امْرَأَتِي عاقِراً فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيّاً * يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيّاً
"Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridai" QS. Maryam [19]: 4 – 6.

رَبِّ لا تَذَرْنى فَرْداً وَأَنْتَ خيْرُ الوارِثينَ
"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik". QS. Al-Anbiya’ [21]: 89.

رَبِّ لا تَذَرْنى فَرْداً وَأَنْتَ خيْرُ الوارِثينَ
"Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri –artinya janganlah Engkau ambil Ali dariku- dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik". Muruj Adh-Dhahab, jilid 2, hal. 422.
Share:

0 comments:

Posting Komentar