Sabtu, September 01, 2012

Hal Yang Kulakukan Untuk Mempercepat Load Blog

Seberapa penting kecepatan loading sebuah website/blog? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan halaman web/blog secara utuh? Kawan Roy yang sering berseluncur dari url ke url pasti sudah menyadari seberapa pentingnya kecepatan sebuah web/blog untuk dibuka. Mungkin kawan, sepertiku, sering merasa jengkel ketika mendapatkan sebuah link dari google dan ketika dibuka ternyata membutuhkan waktu yang sangat lama, sehingga kita terpaksa kembali ke google untuk mencari alamat alternatif lainnya. Kenapa bisa demikian, ketika sebuah web/blog bisa di load dengan cepat sementara yang lain sangat lambat?

Pada dasarnya, 'loading time' sangat berpengaruh pada jumlah kunjungan ke web/blog tersebut. Kawan Roy mungkin tidak 'jera' mengunjungi blog www.RoyAndika.com jika merasa jengkel karena blog ini sangat lama responnya. Jika kita perhatikan pada saat 'loading time', gambar akan muncul satu per satu dan beberapa laman malah 'beku' sementara browser terus melakukan load data. Menurutku pribadi, idealnya sebuah laman web/blog membutuhkan waktu paling lama 5-7 detik, jika lebih cepat tentu lebih baik.

Berdasarkan pengalaman tersebut, kucoba untuk melakukan optimalisasi kecepatan loading pada blog-blog yang kukelola tanpa harus mengubah template. Yang paling utama harus kuperhatikan adalah berapa banyak penggunaan file eksternal dan script internal termasuk CSS, gambar, atau javascript. Untuk memudahkannya bisa menggunakan tools yang disediakan oleh WebSiteOptimization dan Pingdom. Apa saja yang bisa kulakukan untuk mempercepat loading time blog ku?

Mengurangi jumlah gambar
Jumlah gambar yang dimuat dalam laman web/blog sangat berpengaruh pada kecepatan loading, sehingga gunakanlah gambar sesedikit mungkin untuk mengurangi jumlah pemanggilan data gambar oleh browser.

Menurunkan ukuran gambar
Gambar merupakan bagian terpenting dalam tampilan blog, berikut ini beberapa trik untuk memperkecil ukuran gambar:
  1. Gunakan format gambar yang sesuai (JPG, PNG, atau GIF). Gunakan format JPG untuk gambar dengan resolusi tinggi dan kekayaan warna yang tinggi, contohnya seperti foto. Untuk gambar foto namun memiliki layer atau background transparan dan sebagainya, maka gunakan format PNG. Sementara untuk gambar yang sederhana, vektor, beresolusi rendah serta minim pewarnaan, maka gunakan format GIF. Gambar yang sama, dengan resolusi yang sama pula, akan memiliki ukuran file yang berbeda jika di-convert ke format yang berbeda, jadi gunakanlah ukuran terkecil namun kualitasnya tetap baik.
  2. Untuk membantu mengurangi ukuran gambar, kita bisa gunakan tools online seperti PNG Optimizer dan Smush.it.
  3. Pilih ukuran gambar yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk gambar iklan dengan ukuran 125x125 px maka gunakan pula gambar ukuran tersebut. Jangan gunakan ukuran yang lebih besar (mis. 250x250) lalu 'memaksa' browser untuk menyesuaikannya dengan perintah HTML. Untuk mempercepat loading blog, selalu gunakan ukuran gambar yang sesuai dengan yang ingin kita tampilkan.
Letakkan Javascript di paling bawah halaman
Baik untuk pemanggilan file javascript dari pranala luar (.js) ataupun kode script JavaScript yang dipakai boleh diletakkan di bagian paling bawah, tepatnya sebelum kode </body>. Walau tidak untuk mempercepat loading web/blog, namun setidaknya konten utama web/blog sudah dibuka terlebih dahulu sebelum akhirnya memanggil kode Javascript terutama kode-kode yang tidak begitu penting dalam tampilan web/blog (misalnya kode JS untuk iklan, widget, dll).

Pertimbangkan lagi penggunaan Javascript
Ini mungkin salah satu poin terpenting: pertimbangkan ulang dengan bijaksana penggunaan Javascript, apakah memang dibutuhkan atau sekedar untuk 'gaya-gayaan'? Banyak sekali blog yang, menurutku pribadi, menyia-nyiakan kenyamanan pengunjung hanya untuk supaya di laman blog bisa ada tampilan turun salju, atau ada gambar burung yang terbang wara-wiri di layar, atau bahkan untuk sekedar mengganti tampilan pointer mouse? Menurutku sih, walau tampak keren, tapi penggunaan script-script seperti itu tidak sepadan jika berakibat bikin jengkel dan jera pengunjung karena membuat load dan respon lambat atau terpatah-patah, hanya gunakan script yang memang diperlukan untuk menimbulkan kesan tampilan web/blog yang profesional, premium dan berkelas.

Ganti hosting
Google memang bukan pilihan terbaik untuk menyimpan data web/blog seperti gambar (picasa) atau script (googlecode), dan jika kita memiliki alternatif lain yang dapat melakukan load lebih cepat pada web/blog, maka jangan ragu untuk menggunakanya.

Terakhir, dengan menerapkan langkah-langkah diatas aku berharap blog-blog yang kukelola akan lebih baik untuk pengunjung. Google juga sering mengabaikan peng-index-an web/blog dengan loading yang lambat, sehingga dengan mempercepat loading blog diharapkan dapat meningkatkan pagerank blog-blog ku.
Share:

0 comments:

Posting Komentar