Wawancara Kerja

by - 11.37.00

Setelah kira-kira 1 minggu sebelumnya aku memasukkan dokumen pelamaran kerja ke salah satu perusahaan perakitan kapal di Batu Layang, kemarin secara mendadak kuterima telepon dari perusahaan tersebut yang memintaku datang untuk wawancara dengan bagian HRD besok, jam 9 pagi. Lumayan kaget juga, apalagi diteleponnya tepat sebelum aku mengucapkan niat sholat Magrib, alhasil jadi kepikiran terus dalam sholat.

Selesai sholat, setelah laporan sama Yang Maha Memberi Rezeki, langsung mengabari istri tercinta dan mengemukakan niatku untuk membeli sepasang lensa kontak sebagai 'senjata' pengganti kacamata yang kukenakan sehari-hari, karena konon katanya kemungkinan pelamar kerja dengan mata normal lebih besar dibandingkan pelamar kerja berkacamata. Jadi untuk meningkatkan penampilan dan kesan baik pada diriku, lensa kontak menjadi kebutuhan dalam situasi seperti ini.

Berangkat dengan Ayanx tepat setelah sholat Isya untuk membeli lensa kontak dengan salah seorang teman sekolah SMU-ku dulu yang sekarang berkecimpung di bidang optik, ternyata menghadapi banyak halangan dan rintangan, mulai ngantri bensin, ban bocor, nungguin si teman di optik, sampai ban bocor lagi pas pulangnya. Tapi begitulah, semua kesulitan itu sebagai kesempatan untuk bersabar dalam menjalani hidup.

Pukul 9 kurang tadi, aku sudah berada di kantor perusahaan tersebut. Ternyata kedatanganku tidak langsung wawancara, namun harus mengisi blanko data pelamar kerja, walaupun sebelumnya aku sudah memasukkan surat lamaran kerja beserta CV. Selain aku, ternyata ada seorang lagi pelamar kerja yang sedang mengisi blanko juga. Setelah mengisi blanko dengan lengkap, langsung dibawa menghadap bagian HRD untuk wawancara kerja. Sambil menunggu, kenalan sebentar dengan 'kompetitor'-ku, namanya Yosef, ia baru seminggu lulus sebagai wisudawan D3 ABA jurusan Bahasa Inggris.

Oleh bagian HRD, yang paling banyak ditanya adalah seputar hobi dan minat. Selain itu juga diberikan ujian tulisan berupa soal-soal yang menyangkut hitungan matematika, kepribadian dan pengembangan diri, serta kemampuan memimpin. Mereka mengatakan bahwa mereka menginginkan karyawan yang dapat melakukan pekerjaan menghitung dengan baik, karena sebagian besar kerjaan mereka adalah menghitung. Menghitung material, menghitung gaji, menghitung nilai pribadi karyawan, dsb.

Setelah kurang lebih 1 jam setengah, akhirnya berakhir juga wawancara ini. Mereka mengatakan akan melakukan penilaian hasil ujian tertulis terlebih dahulu dan jika memang ada panggilan kerja akan dikontak. Aku sudah melakukan yang terbaik yang aku bisa, dan hasilnya semua di tangan Allah SWT dengan kuiringi doa agar diberikan yang terbaik. Amin.

You May Also Like

0 comments