Berwirausaha atau Bekerja (Lagi)?

by - 14.26.00

Apakah kehilangan pekerjaan akan menjadi 'akhir' hidup kita? Bagi sebagian orang, kehilangan pekerjaan adalah sebuah malapetaka besar, sebuah ancaman serius yang dapat mengobrak-abrik 'safety zone' yang sudah dinikmati selama ini. Tidak terkecuali akupun merasakan hal yang sama. Sejak kehilangan pekerjaan sebagai karyawan kantoran di sebuah perusahaan konsultan karena kondisi perusahaan yang sedang 'seret' dengan job dan proyek, maka efektif sejak tanggal 3 Desember 2012 berakhirlah pula statusku sebagai karyawan.

Reaksi apa yang seharusnya kukeluarkan? Marah? Putus asa? Sedih? Tentu saja, seperti semua orang lain yang senasib, semua perasaan tersebut juga kurasakan kala menerima kenyataan tersebut. Status sebagai seorang 'pengangguran' akan menjadi ancaman yang sangat menakutkan, bukan saja karena kehilangan sumber penghasilan, namun juga kehilangan harga diri sebagai seorang laki-laki mandiri, dan sebagai suami yang bertanggung jawab.

Namun saat ini bukanlah saatnya untuk berfokus pada masalah kehilangan pekerjaan, karena sejatinya kehilangan pekerjaan merupakan rahmat Allah SWT yang memberikan kita sebuah kesempatan berharga untuk memperoleh sebuah pekerjaan baru, sebuah usaha baru. Kehilangan pekerjaan dapat menimbulkan masalah finansial dan psikologis, akan tetapi selalu ada kesempatan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik.

Mungkin kedengarannya agak aneh jika kukatakan bahwa aku memperoleh kembali 'kebebasan' ketika kehilangan pekerjaan. Saat ini adalah saat yang tepat untuk merencanakan kembali masa depan sesuai dengan impian dan minat. Kebebasan untuk memilih apakah akan menjadi  seorang karyawan yang lebih baik, lebih baik kinerjanya dan lebih baik gajinya, ataukah menjadi seorang pengusaha mandiri?

Jika memutuskan untuk menjadi seorang karyawan (lagi) di perusahaan atau instansi lain, maka pastinya menjadi solusi terbaik dan teraman. Jika aku memiliki kesempatan untuk menjadi seorang karyawan (lagi) maka aku ingin menjadi seorang yang dapat bekerja lebih baik, lebih rajin dan lebih cerdas. Namun menjadi karyawan itu rasanya seperti menyerahkan nasib pada orang lain. Orang lainlah yang menentukan kualitas hidup kita, berapa kita digaji, setinggi dan secepat apa karir kita, berapa banyak penghasilan kita, semuanya sudah ditentukan. Sejujurnya aku tidak suka hal-hal tersebut. Terlebih ketika menyadari pada saat ini seberapa susahnya menemukan pekerjaan baru dengan begitu banyak persaingan.

Pengusaha atau wirausaha mandiri merupakan jalan hidup yang penuh tantangan dan lika-liku. Hanya mereka yang giat, tahan banting dan sabar yang mampu lulus menjadi seorang wirausawan sukses. Kebanyakan orang yang sudah merasakan dunia kerja ketika melihat alternatif ini benar-benar sebagai jalan yang menakutkan. Apakah kita bisa sukses? bagaimana jika kita tidak sukses dan malah bangkrut? Begitulah, wirausaha merupakan sebuah tantangan menakutkan bagi kita yang sudah terbiasa 'bossed around'. Tapi, wirausaha menawarkan apa yang tidak bisa ditawarkan oleh sebuah pekerjaan kantoran: kebebasan! Kebebasan finansial, kebebasan waktu dan kebebasan bertindak!

You May Also Like

0 comments