Selasa, Juli 02, 2013

Topologi Jaringan IwiraNET

Tata jaringan warnet juga merupakan salah satu kewajiban yang paling penting dan krusial bagi sebuah warnet. Tanpa tata jaringan yang baik, warnet akan mengalami beragam kendala dan keterbatasan hingga pemborosan, baik waktu, uang dan tenaga. Dengan perencanaan dan penerapan tata jaringan yang baik, akan menghasilkan suatu jaringan internal yang efisien dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warnet akan internet yang cepat dan stabil, namun dengan biaya yang murah.

Warnet IwiraNET sebagai bagian dari program Kemenkominfo telah dipaketkan dengan topologi jaringan yang sudah dikustomisasi dengan software yang digunakan baik itu software OS pada komputer server, operator, klien hingga aplikasi billing server (Xbilling) dan biling klien (Xbilling Counter). Adapun topologi jaringan IwiraNET secara default seprti yang ditata oleh teknisi yaitu seperti gambar berikut:

Seperti yang terlihat pada gambar, alur internet yang berasal dari modem langsung diolah oleh PC Server (Operator) yang telah terinstall OS Ubuntu Server, Ubuntu 12.04 Desktop dan aplikasi Xbilling admin yang berjalan di atas server lokal Apache. Output dari PC Server ini langsung dibagi ke PC Klien melalui Switch, dimana dalam topologi ini dapat dikatakan di antara PC Server dan PC Klien terhubung secara langsung tanpa perantara (karena switch sebenarnya hanya medium fisik), dan dengan tata jaringan ini pula sistem billing berjalan.

Namun PC Server sebagai pengolah input koneksi internet dari modem sepertinya tidak memiliki fitur bandwidth management yang ditandai dengan tidak adanya batas kecepatan upload dan download pada tiap PC Klien, sehingga peluang terjadinya 'borong' bandwidth di salah satu PC Klien, misalnya karena membuka situs Youtube, menjadi terbuka lebar. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan perangkat tambahan yang dapat melakukan bandwidth management seperti RouterBoard atau MikroTik.

Salah satu isi perjanjian kerja sama antara pengelola warnet dan Kemenkominfo (diwakili oleh perusahaan mitra) adalah bahwa warnet harus aktif minimal 4 jam dalam satu hari. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana metode dari pihak Kemenkominfo/perusahaan dalam melakukan pengecekan keaktifan warnet? Apakah melalui ping IP? Atau memang ada komunikasi di 'belakang layar' antara mereka dan billing sistem atau server? Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka IwiraNET berusaha untuk tidak melakukan perubahan yang dapat mengacaukan topologi yang telah ada, sehingga diharapkan topologi jaringan yang baru dapat diterapkan namun tidak mempengaruhi topologi yang lama.

Ada dua alternatif topologi jaringan yang mungkindapat diterapkan. Topologi jaringan alternatif pertama adalah seperti tampak pada gambar berikut:
Dengan topologi seperti ini, jaringan internet akan terbagi dengan management bandwidth oleh RouterBoard yang diteruskan langsung ke PC Server dan PC Klien. Namun, mengingat output melalui RouterBoard berupa IP statis yang untuk tiap line PC (baik itu server maupun klien), sementara PC Server (dikhawatirkan) disetting dengan IP langsung dari modem, maka PC Server beresiko disconnect dengan jaringan internet. Oleh karena itu, sebagai alternatif terakhir, maka digunakan topologi alternatif kedua seperti gambar berikut:
Dengan topologi tersebut, PC Server tetap mendapat 'asupan' koneksi internet langsung dari modem, sementara output-nya akan diatur bandwidth-nya oleh RouterBoard. Namun skema ini akan 'memutuskan' koneksi billing admin (pada PC Server) dengan billing klien (PC Klien), dan sebagai solusinya maka dibutuhkan satu perangkat komputer tambahan yang berdampingan dengan PC Klien (dalam topologi) untuk dijadikan PC bagi operator sekaligus billing server. Dan topologi inilah yang diterapkan pada IwiraNET.

Topologi jaringan ini membutuhkan perangkat tambahan 1 buah RouterBoard dan 1 buah PC/laptop, namun hasil akhirnya sangat memuaskan karena IwiraNET sudah tidak tergantung lagi dengan biling sistem Xbilling dan lebih memilih memakai aplikasi billing lain yang lebih memadai bagi IwiraNET.
Share:

0 comments:

Posting Komentar