A Nightmare Called Bootloop

by - 11.54.00

Catatan kali ini adalah tentang Android. Judul diatas jika diterjemahkan artinya (kurang lebih) adalah Sebuah Mimpi Buruk bernama Bootloop. Apa itu Bootloop? Aku yakin tidak semua pengguna Android yang mengetahui maksud dari Bootloop dan kenapa bisa menjadi sebuah mimpi buruk. Biasanya istilah Bootloop sering dijumpai oleh para Android user yang aktif berekseperimen dengan perangkat Android-nya, namun tidak jarang juga user awam menjumpainya.

Apa itu bootloop? Untuk menjawabnya aku ceritakan sebuah kasus dahulu. Ceritanya tentang tablet Samsung Galaxy Tab 3 (SM T211) yang baru saja melakukan upgrade firmware official melalui KIES. Setelah mengalami upgrade, si pemilik ingin melakukan root pada perangkat dengan bantuan aplikasi Kingo. Karena perangkat sebelumnya berhasil di-root dengan Kingo pada versi firmware sebelumnya, jadi si pemilik berpikir Kingo juga bisa melakukan root pada firmware official barunya. Dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah mimpi buruk bagi si pemilik perangkat. Perangkatnya mengalami gagal root, dan mengalami kondisi dimana perangkat hanya bisa menyala sampai keluar logo Samsung, mati lagi dan menyala lagi sampai logo, mati lagi, dan seterusnya...

Bootloop terdiri dari dua kata yaitu: (1) boot, yang artinya kurang lebih adalah proses menyalanya perangkat dan memulai load dan menjalankan sistem operasi, (2) loop, yang artinya lingkaran, putaran, mengulang-ulang. Maka jika didefinisikan sederhananya adalah bootloop merupakan sebuah kondisi dimana perangkat Android tidak bisa menjalankan sistem Android, dan jika di analogikan dengan perangkat PC adalah kondisi dimana PC tidak bisa menjalankan sistem operasi (Windows/Linux) dan hanya bisa menjalankan sebatas BIOS saja. Bootloop terjadi akibat adanya kesalahan pada file sistem operasi, dan paling sering terjadi pada perangkat Android oleh proses modifikasi Android seperti rooting, flashing, atau karena software tertentu.

Bootloop sendiri merupakan salah satu gejala bricked pada perangkat Android. Istilah bricked diambil dari kata 'brick' = batu bata, mengacu pada kondisi perangkat Android yang tidak berfungsi (rusak) dan sama bergunanya dengan sebuah batu bata. Android brick sendiri pada umumnya dibedakan atas dua kategori:

1. Soft Brick
Sebuah kondisi dimana perangkat Android mengalami kerusakan (biasanya pada sistem) dan masih dapat diperbaiki melalui penanganan khusus. Ciri-cirinya adalah perangkat masih dapat hidup namun tidak berfungsi secara normal, salah satu contohnya adalah bootloop. Softbrick juga bisa terjadi karena bug pada sistem Android, seperti kasus kernel panic pada Samsung Galaxy Tab 3 (SM-T211) atau perangkat tiba-tiba tidak merespon dan/atau mati sendiri.

Cara memperbaiki soft brick pada Android berbeda-beda tergantung pada jenis error. Sebagian soft brick yang disebabkan oleh bug dapat diperbaiki dengan cara update/upgrade firmware, atau bahkan sesederhana me-reboot perangkat, atau meng-uninstall aplikasi yang dicurigai sebagai penyebab error. Untuk kasus yang lebih serius seperti bootloop, maka cara memperbaiki bootloop pada perangkat Android adalah dengan cara flashing (dalam istilah komputer sama dengan install ulang), dimana kunci untuk melakukan flashing adalah masuk ke 'mode download'.

Untuk masuk ke 'mode download' pada saat Samsung Galaxy Tab 3 (T211) mengalami bootloop membutuhkan timing yang tepat. Kawan jangan panik ketika menghadapi bootloop. Tenangkan diri. Untuk masuk ke 'mode download' Tab 3, tombol yang perlu ditekan adalah tombol power dan volume down (-). Jika kawan tidak berhasil masuk ke mode download dan bootloop terus terjadi, tekan dan tahan tombol power dan tombol volume down-nya ditekan-lepas. Cara inilah yang berhasil kuterapkan.

Tiap jenis perangkat dan versi Android memiliki cara masuk mode download yang berbeda-beda, dan kawan perlu mempelajarinya khusus untuk jenis perangkat yang kawan gunakan. Setelah berhasil masuk ke mode download, yang perlu kawan lakukan adalah men-download 2 jenis file: (1) Software Odin, dan (2) Firmware. Dengan dua software tersebutlah kawan dapat melakukan flashing pada perangkat untuk memperbaiki bootloop.

2. Hard Brick
Merupakan kondisi perangkat Android yang mengalami kerusakan mati total. Ada yang mengatakan masih bisa diperbaiki oleh teknisi pabrikan, ada yang mengatakan kemungkinan bisa diperbaikinya hanya 1:100, dan sebagian besar mengatakan perangkat Android tersebut sudah tamat riwayatnya. Apapun itu, hard brick merupakan kerusakan berat yang membuat perangkat sudah tidak berfungsi sama sekali.

Melakukan rooting pada perangkat Android merupakan sebuah usaha untuk dapat memaksimalkan kemampuan Android. Rooting tidak lantas menjadikan Android menjadi lebih stabil atau cepat. Rooting juga tidak lantas membuat Android tiba-tiba crash. Proses rooting dan perlakuan setelah rootinglah yang akan menentukan kondisi Android. Rooting adalah sebuah gerbang menuju potensi Android yang sesungguhnya. Resiko selalu ada pada perangkat Android yang rooted. Namun aku dapat mengatakan resiko dan hasil yang diperoleh akibat rooting cukup sebanding. Dan pilihan selalu ada di tangan kita masing-masing.

You May Also Like

0 comments