Kamis, Desember 15, 2016

Pontianak Resah Begal

Sumber foto: bit.ly/2gCJWkd
Kote Pontianak kembali diresahkan oleh aksi begal. Sudah seminggu ini aksi penjambretan/perampokan dengan kekerasan terjadi berulang kali dalam waktu singkat. Aksi begal sebelumnya sudah cukup sering terjadi sejak berbulan-bulan yang lalu, namun laporan dari netizen Pontianak dalam seminggu ini mengindikasikan meningkatnya aksi begal dalam beberapa hari ini.

Laporan yg saya baca di forum-forum netizen Pontianak bukan hanya informasi hoax belaka. Bahkan beberapa tindakan kriminal tersebut telah diliput oleh koran harian dan portal berita lokal harian.
Share:

Minggu, Desember 11, 2016

Memahami Film Miss Peregrine's Home For Peculiar Children

Tim Burton adalah sutradara unik dengan selera pada cerita legenda dan dongeng anak-anak, dan disajikan dengan nuansa 'gelap'. Karya-karyanya (berbasis legenda dan cerita anak) seperti Charlie and the Chocolate Factory, Dark Shadows, Sweeney Todd, dan Alice in the Wonderland, lebih ditujukan untuk penonton dewasa. Tak terkecuali film terbarunya, Miss Peregrine's Home For Peculiar Children. Saya asumsikan yang membaca catatan ini sudah menonton film ini dan mengerti garis besar plot cerita, karena catatan ini akan banyak mengungkap 'garis waktu' (timeline) cerita.

Karena catatan berikut mengandung banyak spoiler, jadi pastikan Anda sudah menonton film ini sebelum membaca lebih jauh.
Share:

Sabtu, Desember 10, 2016

Menemukan Mood Menulis

Sudah cukup lama saya tidak menuliskan catatan apapun, padahal begitu banyak momen dan peristiwa menarik yang bisa saya tulis. Beberapa waktu ini saya sedang sangat direpotkan dengan urusan pribadi sehari-hari. Saya tidak menulis bukan karena tidak ada waktu, tapi lebih karena mood saya untuk menulis masih terlalu dinamis.

Saya menyadari bahwa ternyata kegiatan menulis membutuhkan sumber daya yang besar. Bukan berarti menulis itu sulit. Tidak. Sulit atau mudahnya kita menulis hanya masalah subjektif. Seperti kata pepatah 'bisa karena biasa', atau learning by doing (kalo pepatahnya orang bule). Tapi memang, untuk menulis butuh upaya khusus. Terutama kalau saya lagi moody, alias baper-an. Tak jarang, sudah beberapa catatan saya hanya mengendap di draft hanya karena mood menulis saya yang tiba-tiba hilang di saat sedang menulis. Kenapa hilang mood-nya tidak pada saat sudah selesai menulis aja ya?
Share: