Menemukan Mood Menulis

by - 13.48.00

Sudah cukup lama saya tidak menuliskan catatan apapun, padahal begitu banyak momen dan peristiwa menarik yang bisa saya tulis. Beberapa waktu ini saya sedang sangat direpotkan dengan urusan pribadi sehari-hari. Saya tidak menulis bukan karena tidak ada waktu, tapi lebih karena mood saya untuk menulis masih terlalu dinamis.

Saya menyadari bahwa ternyata kegiatan menulis membutuhkan sumber daya yang besar. Bukan berarti menulis itu sulit. Tidak. Sulit atau mudahnya kita menulis hanya masalah subjektif. Seperti kata pepatah 'bisa karena biasa', atau learning by doing (kalo pepatahnya orang bule). Tapi memang, untuk menulis butuh upaya khusus. Terutama kalau saya lagi moody, alias baper-an. Tak jarang, sudah beberapa catatan saya hanya mengendap di draft hanya karena mood menulis saya yang tiba-tiba hilang di saat sedang menulis. Kenapa hilang mood-nya tidak pada saat sudah selesai menulis aja ya?

Sudahlah, sekarang saya kembali belajar menulis, terserah ada yang mau membaca atau tidak, karena yang paling penting bagi saya bahwa menulis untuk diri sendiri, untuk mencari (atau menunjukkan) jati diri kita. "Menulis di blog gak keren, bagusan di medsos aja!", kata beberapa anak-anak 'kemarin sore' yang baru kenal internet. Yah, mau bagaimana lagi, saya kan termasuk generasi blogger. Bagi saya menulis di blog memiliki keunggulan dibandingkan menulis di media sosial.

Pertama, tulisan di blog lebih 'istimewa' karena memiliki bobot intelektual yang jauh lebih bernilai dibandingkan update status di medsos. Netter bisa saja update status setiap menit, mulai dari hal iseng sampai hal yang serius. Tapi status-status tersebut mudah terlupakan karena sifatnya yang instan. Sementara menulis di blog tidak bisa dilakukan secara instan, butuh pemikiran dan usaha yang maksimal agar bisa menghasilkan catatan yang memuaskan penulisnya.

Kedua, tulisan blog lebih bertahan lama dan dapat dibaca berulang-ulang bahkan dapat menarik pembaca-pembaca baru karena terindeks di mesin pencari (Google, Yahoo, dkk).

Ketiga, blog memiliki potensi monetize (menghasilkan uang) yang jauh lebih mudah dibandingkan medsos. Okelah, Anda juga bisa menghasilkan uang di medsos, Anda bisa jualan barang, MLM atau affiliasi, tapi semua itu butuh usaha khusus untuk secara konsisten mempromosikan di medsos secara berulang-ulang. Dengan blog, Anda bisa 'memanen' uang dengan lebih santai, kenapa? Karena, jika optimasi blog sudah baik, maka Anda hanya perlu konsisten dalam menulis dan mempromosikan blog Anda. Semakin ramai yang berkunjung ke blog, maka potensi income akan semakin besar pula. Blog juga menawarkan berbagai macam cara menghasilkan uang, seperti pemasangan iklan, jualan online, link berbayar, survey, dll.

Itulah beberapa keunggulan menulis di blog dibandingkan di medsos. Kembali ke topik, menemukan mood menulis itu adalah tantangan untuk tiap penulis. Jika seorang penulis mampu mengatasinya, maka kegiatan menulis dapat dilakukan secara konsisten. Saya mencatat beberapa hal yang dapat mempengaruhi mood saya dalam menulis, diantaranya:

1. Waktu, tempat dan tenaga
Menulis adalah proses. Menulis membutuhkan kenyamanan, sehingga dapat menghasilkan tulisan yang baik. Waktu yang terbaik bagi saya untuk menulis adalah saat malam, atau saat sedang sendirian (dan tidak terganggu oleh suara atau gangguan lain). Biasanya saya selalu ditemani segelas kopi/teh/susu, snack dan ... obat nyamuk bakar. Menulis juga sebaiknya dilakukan pada saat otak sedang fresh, tidak lelah.

2. Tampilan (desain) blog
Saya suka blog yang desainnya menarik. Menurut saya, blog yang menarik itu yang sederhana, rapi, tidak terlalu banyak warna (dominasi putih atau warna lembut), dan gegas. Itulah mengapa saya sering gonta-ganti template, bukan untuk membuat tertarik pembaca, tapi lebih untuk meningkatkan mood saya menulis. Bosan terhadap desain blog juga seringkali membuat saya malas untuk menulis.

3. Alat/media menulis
Jika update status di medsos lebih nyaman dilakukan secara mobile (smartphone), maka menulis blog jauh lebih nyaman dilakukan di PC. Untuk saya, saya lebih memilih PC dengan layar besar, minimal 14 inch. Dan saya lebih mood menulis dengan komputer PC lengkap dengan mouse dan keyboard, dibanding dengan laptop atau notebook. Entah kenapa, bekerja dengan PC jauh lebih nyaman bagi saya ketimbang dengan laptop yang serba terbatas geraknya.

4. Ide atau topik dan panjang tulisan
Menemukan ide atau topik itu salah satu hal yang sangat penting juga. Kalau dibahas bisa dibautkan tulisan khusus. Namun yang ingin saya sampaikan adalah, ida atau topik harus menarik. Atau setidaknya buatlah menjadi topik menarik. Usahakan juga menulis sesingkat mungkin, karena seringkali otak kita lelah atau kehabisan inspirasi saat menulis, sehingga bisa menghilangkan mood menulis.

5. Motivasi
Kata bijak mengatakan, "Tidak ada orang yang malas, yang ada hanya kurangnya motivasi." Menulis juga membutuhkan motivasi. Ada saatnya kita menulis karena gelisah pada suatu masalah. Atau marah pada suatu peristiwa. Bisa juga karena mengharapkan tulisan kita dapat menghasilkan uang. Apapun, temukan motivasi dalam menulis, dan Anda akan menemukan mood menulis lagi.

Ternyata bisa panjang juga tulisan saya kali ini, ini semua di-motivasi oleh kerinduan untuk menulis lagi setelah lama tidak menulis. Mudah-mudahan bermanfaat.

You May Also Like

0 comments