Monster Raksasa Misterius #9: J'ba Fofi

by - 19.51.00

mitos makhluk monster cryptid misterius super besar j'ba fofi
"J'ba FoFi", yang juga dikenal dengan Laba-Laba Raksasa Kongo (Congolese Giant Spider), adalah spesimen cryptid yang menyerupai laba-laba berukuran sangat besar yang dikatakan bertempat tinggal di kedalaman gelapnya hutan rimba misteri di Kongo, Afrika. Makhluk misteri ini kemungkinan besar mewakili satu spesies baru yang belum dikenal dalam kelas Arachnid. "Makhluk ini dapat dianggap sebagai cryptid, dan tentang keberadaannya sangat jarang dipublikasikan," jelas Robert B. Dunham. Ukuran tubuh J'ba FoFi dikabarkan sangat besar; laba-laba raksasa yang terkecil seukuran kucing atau kambing, dan laba-laba yang terbesar konon ukurannya mencapai tinggi sebuah bukit, walau penduduk lokal yang disebut suku Baka tidak mengkonfirmasi benar atau tidaknya hal ini.

Hampir sebagian besar mitos dongeng rakyat mengatakan bahwa laba-laba jenis ini menggali terowongan di bawah akar pepohonan dan menyamarkan terowongan itu dengan menumpuk banyak daun-daunan di atasnya. Lalu mereka merentangkan sebuah benang jaring yang nyaris tak terlihat diantara liang tersebut dan pohon yang ada di dekatnya, menciptakan sebuah jebakan bagi siapapun yang menginjak rentangan itu, yang berfungsi sebagai alarm bagi si laba-laba. Jika ada hewan malang menginjak benang jaring tersebut, maka mereka akan segera dikejar dan digiring menuju ke arah sarang si laba-laba dan sudah pasti akan berakhir menjadi santapan mereka. Jebakan predator seperti ini sama halnya dengan yang dilakukan laba-laba dari jenis Bothriocyrtum californicum (trapdoor spider). Diperkirakan telur-telur J'ba FoFi memiliki warna kuning sangat pucat dan berbentuk seperti kacang. Penduduk lokal menyatakan bahwa bayi laba-laba J'ba FoFi yang baru menetas akan berwarna kuning terang dengan perut berwarna keunguan. Warna ini akan berubah menjadi gelap kecoklatan saat mereka tumbuh dewasa.

Menurut Suku Baka, jaman dahulu di Kongo - tempat dimana penampakan J'ba FoFi sering terlihat - laba-laba jenis ini sangat umum ditemui, namun kini mereka benar-benar langka hingga kebenaran kisah-kisahnya menjadi tanda tanya besar. Ada banyak catatan lengkap yang ditulis oleh para penjelajah dari Barat yang tertuang di dalam buku "Cryptozoology Book" karya George Eberhart. Pada halaman ke-204, Eberhart menulis satu kisah menakutkan yang dialami pasangan dari Inggris yang berkelana melintasi wilayah hutan rimba yang kini dikenal sebagai Kongo :
"Reginald K. Lloyd dan isterinya, Margurite Lloyd, sedang berkendara menggunakan truk Ford di tengah rimba Kongo pada tahun 1938 saat mereka melihat sebuah obyek raksasa berjalan melintasi jalanan di depan mereka. Awalnya mereka mengira makhluk itu adalah seekor kucing atau monyet, namun mereka segera menyadari bahwa itu adalah seekor laba-laba dengan kaki-kaki yang nyaris mencapai 3 kaki panjangnya."
Di lain saat, seorang ahli naturalis dan cryptozoologis terkenal bernama William J. Gibbons sedang memburu makhluk yang disebut-sebut sebagai dinosaurus Afrika yang masih hidup dan dikenal dengan sebutan Mokele-mbembe. Pada ekspedisi pencarian Mokele-mbembe yang ketiga, dia mendengar penduduk lokal menceritakan pengalaman mereka berjumpa dengan laba-laba raksasa. Gibbons membagikan petualangannya kepada para pembaca sekembalinya dia ke Kanada:
mitos makhluk monster cryptid misterius super besar j'ba fofi
Ilustrasi: Pinterest

"Pada ekspedisiku yang ketiga di Afrika Tengah kali ini, aku mengambil kesempatan untuk menyelidiki apakah para penduduk setempat tahu tentang kisah atau keberadaan laba-laba raksasa, dan ternyata mereka mengetahuinya! Mereka mengatakan sesuatu tentang J'ba FoFi, yang berarti 'Raksasa' atau 'Laba-laba yang sangat besar.' Mereka menggambarkan laba-laba itu umumnya memiliki warna coklat dengan perut berwarna keunguan. Mereka dapat tumbuh ke ukuran yang luar biasa besarnya, dengan rentangan kaki mencapai setidaknya 5 kaki lebarnya. Laba-laba raksasa ini bersama-sama membangun sarang yang terbuat dari dedaunan yang bentuknya sama seperti atap gubuk milik penduduk lokal, dan merajut jaring yang sangat kuat diantara 2 pohon dengan satu utas benang yang direntangkan melintang di depannya. Para laba-laba raksasa penggali tanah ini suka memangsa banyak hewan, termasuk antelop dan burung, dan senang merancang jebakan yang sangat berbahaya. Selain itu dikatakan mereka juga punya racun yang sangat mematikan," Gibbons menjelaskan. "Laba-laba ini dikatakan meletakkan telur-telurnya yang seukuran kacang berwarna putih di dalam liang. Dulu jika berjumpa dengan laba-laba raksasa ini, penduduk lokal akan segera membunuhnya, namun kini mereka tidak melakukan apa-apa jika bertemu dengan makhluk ini karena keberadaan mereka yang bisa dikatakan sudah sangat langka dan harus dijaga."

Pada tahun 2016, sekelompok ilmuwan yang meneliti UFO mengaku telah melihat seekor laba-laba besar di atas sebuah pulau kosong di lepas pantai. Laba-laba itu dikatakan sangat besar dan punya ukuran tubuh sebesar bis, namun hal itu "tidak menyulitkan si makhluk untuk bergerak bebas." Ahli dan penelit UFO bernama Scott C. Waring menyatakan bahwa, "Makhluk itu berukuran sangat besar, ukurannya hampir mencapai ukuran sebuah bis."

Penduduk setempat berkata bahwa dulu jumlah makhluk ini begitu banyak, namun kini mereka tidak ubahnya spesies yang nyaris punah dan jarang sekali terlihat oleh mata manusia. Berkembangnya peradaban di dalam hutan menjadi sebuah wilayah pertanian mungkin saja telah 'mengusir' para laba-laba raksasa itu dari habitat alami mereka, dan kini mereka bersembunyi dari pandangan mata manusia sampai kelak tiba saat bagi para laba-laba ini untuk kembali bergerilya di atas kulit bumi.
Memahami Cryptid dan Cryptozoology
Monster Raksasa Misterius #10: Bermuda Beast
(Dari berbagai sumber)
(Penulis/Penerjemah : Andre Kusumayadi)

You May Also Like

0 comments