Memahami Cryptid dan Cryptozoology

by - 14.37.00

Gambar: buzzfeed.com/danmeth
Apa itu "cryptid" dan "cryptozoologi"?

"Cryptozoologi" adalah tafsiran ilmiah yang menyelidiki dan menelusuri jejak keberadaan fauna ataupun flora yang dianggap unik atau menyimpang dari yang umum dikenal oleh ilmu pengetahuan secara luas. Peneliti bidang ilmu ini, yang disebut "cryptozoologist", memfokuskan penelitiannya pada beberapa dongeng ataupun kisah rakyat tentang keberadaan hewan ataupun tanaman yang dianggap misterius.

Cryptozoologist menyebut bahwa figur apapun yang dianggap takhayul dalam dongeng rakyat dapat disebut "cryptid", yang diambil dari bahasa Yunani "krypto" yang berarti "tersembunyi"; dalam hal spesifik berarti "hewan atau tanaman yang tersembunyi dari mata manusia". Oxford English Dictionary memilah kata "cryptid" sebagai kata benda (noun) yang berarti, "Hewan (atau tanaman) yang keberadaannya atau keberhasilannya bertahan hidup hingga masa ini dianggap tidak nyata atau takhayul semata."

Beberapa kamus dan ensiklopedia mengartikan kata "cryptid" sebagai "Hewan (atau tanaman) yang keberadaannya dipertanyakan. Beberapa contoh cryptid yang terkenal adalah termasuk Yeti di Himalaya, Monster Loch Ness di Skotlandia, Sasquatch di Amerika Utara, dan Chupacabra di dataran Amerika. Cryptozoologi sendiri sulit didefinisikan secara spesifik, berbeda dengan biologi, zoologi, botanis dan beberapa disiplin ilmu akademis lainnya, namun dapat diterima karena "tidak ada satupun metode yang dapat disebut berhasil, diterima maupun masuk akal dalam menjelaskan apa itu cryptid."

KLASIFIKASI EBERHART
Seorang cryptozoologist bernama George M. Eberhart mengklasifikasi 10 tipe hewan/tanaman misterius (cryptid) dibawah bidang ilmu cryptozoologi, yaitu :
  1. Mampu mendistribusikan anomali. Contohnya adalah Kucing Besar dari Inggris yang disebut memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari kucing pada lazimnya.
  2. Spesies yang tidak bisa dijelaskan, tidak biasa, atau memiliki variasi yang tidak lazim. Contohnya adalah anaconda raksasa yang dilaporkan terlihat di sungai Amazon, atau singa tutul dari Afrika Timur.
  3. Spesies yang dianggap punah yang mampu bertahan hidup. Contohnya adalah burung pelatuk paruh gading yang diduga punah pada 1960, Macan Tasmania (Thylacine) yang disebut punah pada 1936, atau sapi laut Steller yang diperkirakan lenyap pada 1768 namun ternyata semua spesies hewan itu mampu bertahan hidup sampai saat ini.
  4. Spesies yang mampu bertahan hidup dari spesies yang hanya dikenal dari jejak rekam fosilnya. Contohnya adalah mokele-mbembe dari Afrika Tengah, yang kerap kali digambarkan sebagai dinosaurus yang masih hidup.
  5. "Lingerling", atau spesies bertahan hidup yang hanya dikenal dari fosilnya namun semasa hidup mereka bertahan dalam kurun waktu sejarah yang lebih lama dari perkiraan. Contohnya adalah mammoth berbulu tebal yang diperkirakan punah pada 12.000 SM namun secara mengejutkan diketahui mampu bertahan hidup hingga beberapa era setelahnya sampai benar-benar disebut punah.
  6. Hewan atau tanaman yang tidak diketahui rekam jejak fosilnya tapi berkaitan dengan spesies yang dikenal saat ini. Contohnya adalah serigala Andea atau ikan pari bergaris yang dilaporkan terlihat oleh William Beebe pada tahun 1930an.
  7. Hewan atau tanaman yang tidak diketahui, baik dari rekam jejak fosilnya maupun dari spesies apapun yang dikenal saat ini. Contohnya Bigfoot dari Amerika Utara atau beberapa jenis ular laut (sea serpent).
  8. Hewan atau tanaman mistis yang punya basis zoologi. Contohnya adalah griffin, yang diinspirasi dari fosil dinosaurus di Asia Tengah.
  9. Entitas paranormal atau supernatural dengan karakteristik menyerupai hewan. Contohnya adalah Mothman, Anjing Hitam atau peri dari cerita dongeng.
  10. Diketahui hoax ataupun kemungkinan ada salah pengidentifikasian. Contohnya adalah Jackalope, yaitu kelinci bertanduk rusa, yang merupakan hoax paling dikenal dalam sejarah ilmu taksidermi.
Namun Eberhart juga menambahkan 6 pengecualian klasifikasi dari cryptid, yaitu:
  1. Adanya ketidaksesuaian.
    "Cryptid seharusnya bertubuh besar, aneh, berbahaya atau dalam beberapa kasus dapat menyerupai manusia."
  2. Kurangnya kontroversi.
    "Fungsi seorang Cryptozoologist seharusnya berada di tengah-tengah antara saksi mata dan ilmuwan skeptis."
  3. Tidak menentu.
    "Seekor aligator yang tiba-tiba muncul di tempat yang bukan semestinya dapat diragukan sebagai bukti misteri di dunia zoologi. Jika seseorang menemukan spesies aligator baru yang hanya dapat hidup di dalam gorong-gorong, misalnya, baru dapat disebut aneh."
  4. Manusia yang tidak biasa, misalnya zombie.
  5. Malaikat ataupun Iblis.
    "Paranormal atau kekuatan supernatural hanya dapat diakui jika dia memiliki wujud menyerupai hewan, seperti penampakan manusia-serigala (werewolf), yang mungkin sesungguhnya adalah anjing atau serigala sungguhan, atau mungkin juga spesies anjing (canid) baru yang misterius."
  6. Alien (makhluk luar angkasa) atau makhluk ekstraterestrial yang tiba di bumi jutaan tahun lalu dan diketahui telah mendiami suatu tempat di bumi.
KLASIFIKASI LAINNYA
Walaupun cryptozoologi tidak diakui sebagai ilmu pengetahuan secara umum, namun bidang ini tetap berangkat dari zoologi (ilmu dunia hewan) dan paleontologi (ilmu dunia tumbuhan). Sebagian besar cryptid bisa saja tidak benar-benar ada, tapi besar kemungkinan bahwa yang lainnya ada. Bahkan National Geographic membuktikan bahwa Hogzilla dan Gajah Kongo, dua cryptid yang diperkirakan hoax atau tidak nyata, ternyata sungguh-sungguh ada. Jika ada lebih banyak cryptid yang keberadaannya nyata maka akan ada banyak evolusi ilmiah yang berakar dari bagaimana para cryptid ini bertahan hidup.

Sebagai tambahan Klasifikasi Eberhart, setiap hewan atau tanaman berikut ini diklasifikasikan secara spesifik dibawah ini:
  1. Belum dikonfirmasi. Yaitu setiap cryptid yang keberadaannya diketahui namun belum ditemukan.
  2. Diragukan. Yaitu setiap cryptid yang memiliki bukti fisik mengenai keberadaan mereka.
  3. Dikemukakan. Yaitu setiap cryptid yang mana penjelasan tentang keberadaan mereka telah diterima oleh komunitas ilmiah secara luas.
  4. Punah. Yaitu setiap hewan yang secara umum dipercaya telah punah, tapi para cryptozoologist percaya ada bukti keberadaan populasi nyata dari mereka.
Hewan atau tanaman tidak lagi dapat disebut cryptid karena 2 hal berikut:
  1. Telah dikonfirmasi (nama atau sebab). Hewan atau tanaman yang diklasifikasikan sebagai cryptid namun keberadaannya telah diketahui untuk dipelajari.
  2. Hoax. Para cryptid yang semula dianggap nyata namun belakangan terbukti hanyalah kebohongan semata.
Maka, seperti apakah "cryptid" itu? Mungkin orang tidak asing dengan beberapa makhluk misterius yang penampakannya sudah dikenal dan menjadi pembahasan dimana-mana seperti Yeti, Monster Loch Ness, Bigfoot, Sasquatch, Chupacabra, Griffin, Sphinx, Phoenix bahkan Unicorn. Beberapa bahkan diantaranya diangkat ke dalam berbagai literatur maupun menjadi bagian dari fiksi menarik karya para penulis kelas dunia seperti J.R.R. Tolkien, Edgar Burroughs, J.K. Rowling, E.B. White, Edgar Wallace, C.S. Lewis, Michael Crichton, Stephenie Meyer hingga Dan Brown. Tapi tahukah Anda bahwa ada begitu banyak cryptid yang selama ini tersembunyi namun akhirnya penampakannya tak sengaja terlihat atau tertangkap kamera beberapa saksi mata di seluruh penjuru muka bumi?

Dalam posting-posting berikutnya, saya akan membahas beberapa cryptid yang kehadirannya dinilai cukup mengganggu, menyeramkan, membuat resah, misterius bahkan terkesan mengancam nyawa manusia yang melihatnya. Maka jangan kemana-mana, karena bisa jadi mereka ada di sekitar Anda.
(Dari berbagai sumber)
(Penulis/Penerjemah : Andre Kusumayadi)

You May Also Like

0 comments